IKASMANSAMKS.ORG – Panitia pelaksana Temu Nasional Alumni SMA Negeri I Makassar yang akan digelar pada tanggal 6 September 2025 telah menggelar Rapat Teknis Pelaksanaan Tenas IV di DP Hall, Rabu, 20 Agustus 2025.
Ketua Panitia, Phala Munafra Hafied memimpin rapat dan menyebut pertemuan ini sangat penting karena tidak lagi membahas pendaftaran—yang sudah ditutup—melainkan fokus pada teknis pelaksanaan Tenas IV Smansa Makassar di Yogyakarta pada 6 September 2025.
Seluruh detail teknis telah disampaikan oleh Panitia Tenas IV yang diwakili oleh Ketua Panitia Phala Munafra Hafied agar bisa diteruskan oleh admin tiap angkatan kepada para peserta sehingga mereka benar-benar memahami alur kegiatan.
1. Teknis Transportasi Kapal
Panitia menjelaskan perubahan terkait kapal. Awalnya peserta akan diberangkatkan dengan KM Dorolonda, namun dikarenakan masalah tehnis sehingga kapal tsb tidak dapat digunakan, maka pihak PT Pelni atas ijin dari Kementerian Perhubungan memberikan kapal pengganti yaitu KM Ngapulu. Kapal ini memiliki tipe, kapasitas, dan fasilitas yang sama.
Rute kapal: Makassar- Semarang- Jakarta.
Peserta tetap diberangkatkan pada 2 September 2025 sesuai jadwal awal, Namun waktu keberangkatan dimajukan dari pukul 19.00 Wita menjadi pukul 11.00 Wita.
Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada peserta Tenas IV yg menggunakan kapal laut Panitia telah mengatur hal2 sbb :
• Peserta ditempatkan di dek 4, 5, dan 6 (khusus peserta Smansa).
• Dek 2–3 digunakan penumpang umum.
• di setiap dek panitia menempatkan 3(tiga) orang panitia berjaga selama 24 jam untuk melayani kebutuhan dan menerima keluhan peserta.
• Akses masuk kapal menggunakan garbarata, bukan tangga, panitia akan mengarahkan alur masuk ke kapal
• Angkatan senior (’60–’70) diprioritaskan naik lebih dulu karena akan ditempatkan di dek 6 (dekat mushalla, toko, dan fasilitas umum).
• untuk menjaga privasi peserta perempuan dan laki laki akan dipisah
• Peserta wajib hadir 2 (dua) jam sebelum keberangkatan.
• Fasilitas tambahan Makan tidak perlu antre, karena akan diantarkan langsung ke dek masing-masing.
2. Teknis Kegiatan Jalan Sehat/Karnaval di Malioboro
Acara jalan sehat/karnaval di Malioboro akan dimulai pukul 06.30 WIB dan dilepas langsung oleh Wali Kota Yogyakarta.
Ketentuan teknis:
• Peserta harus sudah berada di lokasi pukul 06.00 WIB.
• Drop point hanya di Jalan Mataram (pertigaan Jalan Perwakilan), tidak ada lokasi lain.
• Posisi start ditentukan berdasarkan siapa yang tiba lebih dulu tiba, tanpa membedakan senior atau junior.
• Bus parkir di kantong parkir Jalan Senopati, sedangkan mobil pribadi di sekitar Jalan Mataram (disarankan gunakan bus agar lebih mudah).
• Jarak jalan sehat dari titik start ke Benteng Vredeburg sekitar 900 meter.
• Peserta yang tidak mampu berjalan akan diarahkan langsung ke lokasi finish, dengan fasilitas tiga kursi roda yang disediakan panitia.
• Dua ambulans akan disiagakan di jalur (disponsori oleh Pusdokkes Polda DIY, dikoordinasikan oleh dr. Fajar, alumni Smansa ’93).
Di lokasi finish, peserta akan disambut dengan:
• Hiburan musik tradisional khas Yogyakarta.
• Panggung acara untuk hiburan, dan games.
• Meja snack dan minuman untuk peserta.
• Undian door prize dengan hadiah: dua handphone, dua televisi (bantuan dari H.Syahrial S93) dan 1(satu) sepeda motor
• Peserta punya Kesempatan berfoto di Monumen Vredeburg & Tugu Serangan Umum 1 Maret (titik nol)
Setiap bus akan mendapatkan stiker parkir untuk kelancaran dan mempermudah pengaturan kendaraan.
3. Teknis Acara di Candi Prambanan
Jalur masuk ke Candi Perambanan ada 2(dua) yaitu jalur kuning buat pintu masuk BUS dan jalur merah buat pintu masuk undangan (Lihat peta) Peserta diharapkan sdh berada di kawasan candi prambanan pada jam 17.00 Wib untuk bisa fotobooth angkatan dulu sampai jam 18.30 Wib dan untuk konsumsi sore hari

Panitia menyiapkan beberapa kue tradisional dan minuman ringan seperti Es dogger, ada es kelapa., Ada live cooking kue tradisional dan agar lebih meriah lagi panitia menyiapkan beberapa tenant2 UMKM Khas Yogyakarta. Peserta masuk ke lokasi utama taman Brahmana, taman paling besar di Candi Prambanan.
Penulis Denun






